Rabu, 28 Mei 2014

Asal Mula Timbulnya Do'a

Penulis: Teguh Puji Riyanto
Guru MIN 2 Palembang

Do’a berarti meminta sesuatu kepada Allah SWT agar keinginan kita terkabul. Do’a dapat di lakukan di dalam shalat maupun luar shalat. Namun tahukah anda kenapa manusia wajib berdo’a kepada Allah SWT. Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang do’a, ada baiknya kita mengetahui asal muasal berdoa itu sendiri. Tulisan yang akan di sajikan ini selain karya sendiri juga mengambil referensi dari beberapa buku.

Asal Muasal Do’a
Anda tentu tahu manusia yang pertama kali di ciptakan Allah SWT? ya dia adalah nabi Adam As. Menurut catatan sejarah, asal mula timbulnya do’a adalah dari nabi Adam. Telah di sebutkan dalam kitab “Khozinatul Asrar” bahwa setelah nabi Adam di ciptakan dan di tiupkan roh kedalamnya, lalu ia di ajarkan cara berdoa sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-Fatihah yang artinya : “Ya Tuhanku tunjukilah aku jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang engkau beri nikmat, bukan jalan yang engkau murkai dan buka pula jalan mereka yang sesat”.

Di lanjutkan pula oleh nabi Adam dan istrinya Siti Hawa ketika mereka terkena bujuk rayu setan untuk memakan buah quldi yang di larang oleh Allah SWT hingga mereka pun berdo’a: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiyaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami tergolong orang-orang yang merugi” (lihat surat  Al-A’rof ayat 22-23).


Dari dua perkara di atas maka di kenal dengan yang namanya do’a. Dan ini di gunakan oleh semua anak cucu adam hingga kepada kita sampai sekarang ini. Ibadah do’a juga hampir di gunakan oleh semua manusia sekalipun mereka tidak bertuhan kepada Allah melainkan kepada selainNya, yakni benda-benda yang di anggap dapat mengbulkan permintaannya.

Mengapa manusia Perlu Berdo’a?
Manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak ada apa-apanya di bandingkan Allah SWT sang maha pencipta. Oleh karena itu sudah sewajarnya mereka harus berdo’a. Ada beberapa alasan yang mendorong manusia wajib berdo’a antara lain:
  • Lantaran jiwanya merasa terpanggil untuk memohon perlindungan, ketika mereka mendapat kesulitan yang sulit di atasi. Ia memohon kepada sang pencipta untuk mengatasi masalahnya lantaran ia dahulu di ciptakan dalam keadaan tak berdaya.
  • Lantaran do’a adalah perintah Allah SWT yang di tujukan kepada manusia itu sendiri. (Surat Al-Mu,min ayat 60).
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk lemah dan tak berdaya di bandingkan dengan kekuasaan Allah SWT. oleh karena itu janganlah pernah menyombongkan diri di hadapan orang lain dan Allah SWT. Semua musibah, kesulitan, nikmat adalah dari Allah sebagai bentuk ujian untuk manusia agar mereka lebih mendekatkan diri dengan jalan berdo’a dan memohon kepadaNya. Mari kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar segala tindakan yang kita ambil mendapat ridhoNya. Jangan meminta kepada selain Allah karena itu termasuk perbuatan Syirik (menduakan Allah).
 

Copyright © 2015 Artikel MIN 2 Model Palembang™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.