Rabu, 28 Mei 2014

Cara Efektif Mendisiplinkan Anak

Penulis: Samsul Arifin,S.Pd.I
Guru penjas MIN 2 Plg 

Disiplin di artikan secara luas yaitu setiap pengajaran, bimbingan, atau dorongan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak. Tujuannnya adalah mengajarkan anak-anak bahwa mereka adalah mahluk social  dan untuk mencapi pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Inti dari disiplin adalah mendidik atau mengajar seseorang  dan seseorang mengikuti pimpinannya. 

Tujuan jangka pendek dari disiplin ialah membuat anak-anak terlatih an terkontrol dengan mengajarkan mereka bentuk-bentuk tingkah laku yang pantas atau yang masih asing bagi mereka. Tujuan jangka panjang dari disiplin ialah untuk perkembangan,  pengendalian diri sendiri dan pengarahan diri sendiri (self control and self direction ) yaitu dalam hal dimana anak-anak dapat mengarahkan diri sendiri tanpa engaruh dan pengendalian dari luar (Dr. Dharles Schaefer,hal 3 ).

Dalam tulisan ini akan di sajikan bagaimana cara-cara efektif untuk menegakan dan mengembangkan disiplin terhadap anak. Dalam hal ini yang sangat berperan adalah guru dan orang tua. Menanamkan disiplin artinya  suatu proses  mengajar bagi kita dan belajar bagi anak-anak. Berapa banayak hasil penyelidikan ilmiah untuk membimbing kita bagaimana kita mengajar anak-anak dengan cara yang terbaik untuk memaksimalkan pelajaran mereka. Walaupun banyak metode yang efektif dapat dipakai kebanyakan para guru atau orang tua hanya menguasai sedikitnya saja. 

Banyak orang tua dan guru yang kurang  paham bagaimana menanamkan disiplin terhadap anak. Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan kita di antaranya mencontohkan dan, membiasakan. Selain cara tersebut cara-cara lain yang lebih efektif dan mudah di lakukan ialah: dengan memberikan contoh atau teladan, persuasive, dorongan dan pujian dan nasehat. 

Kebanyakan dari kita justru melakukan hal sebaliknya yang kita anggap bisa membuat anak menurut dan disiplin padahal cara tersebut justru membuat mereka membangkang diantaranya : hukuman, bentakan, cubitan, pukulan atau omelan. Tak jarang dari kita khususnya para pendidik melihat anak muridnya terlambat, melakukan kesalahan langsung di cubit ataupun di marah. Jika cara it uterus-terusan di lakukan bukannya membuat anak jera atau berubah namun anak semakin keras.

Suatu pendekatan yang positif  jika mengajar seorang anak cara-cara berperilaku yang baik, guru atau orang tua menunjukan penghargaan, sokongan, dorongan dan penerimaan anak sebagai dirinya. Dengan pendekatan yang positif kita akan memandang anak dan memperlakukannya sebagai seorang teman dari pada seorang lawan. Sebagai hasilnya anak akan bahwa guru atau orang tua bersama dia bukan untuk menentang dia.

Sebaliknya pendekatan yang negative yang bersifat hukuman yang menyakiti anak secara fisik dan kejiwaan akan menghilangkan harga diri anak, menimbulkan ketakutan yang sangat, kecemasan dan perasaan salah. Teknik pendidikan yang bersifat menghukum  seperti ini merendahkan seorang anak dan meremehkan harga dirinya sebagai manusia. Cara-cara seperti ini terkadang efektif tetapi sifatnya sementara.

Cobalah mulai sekarang kita biasakan memakai cara-cara yang baik dan manis dalam memberikan pendidikan terhadap anak agar anak patuh, taat dan disiplin. Dengan mencontohkan artinya, kita sebagai pendidik (guru/orangtua) mencontohkan kepada mereka cara-cara yang baik mulai dari perkataan dan tingkahlaku  agar di contoh mereka dalam kehidupannya. Sekali-kali juga perlu memberi  mereka  pujian atau hadiah akan prestasi yang mereka peroleh sebagai pemacu dan penyemangat mereka dan usaha baik anak-anak merasa di hargai.

Agar terjadi pendisiplinan yang efektif , haruslah memenuhi tiga syarat atau kriteria yaitu:
1)   Menghasilkan suatu keinginan perorangan tumbuh dan berkembang secara wajar bukan karena merasa tertekan.
2)   Selalu ada hubungan yang dekat antara guru atau orang tua dengan anak
3)   Tetap terpelihara harga diri terhadap anak didik

Kesimpulannya, jangan pernah lakukan cara –cara ekstrim dalam merubah anak karena cara yang demikian sebenarnya tidak pernah di sukai anak.
 

Copyright © 2015 Artikel MIN 2 Model Palembang™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.