Rabu, 28 Mei 2014

Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Penulis: Budiman,S.Pd.I,MM.Pd
Kepala MIN 2 Palembang

Pendahuluan
Sebagai umat Islam dan umat nabi Muhammad SAW sudah seharusnya kita selalu ingat dan turut merayakan hari kelahiran beliau dengan berbagai bentuk kegiatan islami yang berorentasi pada peningkatan iman dan takwa kita. Nabi Muhammad yang di lahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal dan beliau merupakan orang suci yang di angkat Allah SWT sebagai Nabi danRasul terakhir dan tidak ada nabi atau rasul lain setelah beliau. 

Nabi Muhammad di utus oleh Allah kedunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia di mana saat itu manusia belum mengenal Islam dan masih menyembah berhala. Beliau merupakan sosok manusia yang berhati lembut dan berakhlak mulia merupakan suri tauladan seluruh umat Islam di dunia ini. Perjuangan Beliau menegakan agama Islam telah kita rasakan seperti saat ini kita telah terlepas dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang akan cahaya Islam adalah karena perjuangan Nabi besar kita Muhammad SAW

Oleh karena itu, sangatlah tidak etis kita sebagai umatnya tidak mengingat atau merayakan hari kelahiran beliau sementara kita lihat saat tahun baru masehi, hari valentine dan perayaan lain yang bukan hari besar Islam, umat islam turut dengan antusias merayakannya sementara hari besar Islam tidak kita rayakan. Tentunya hal ini menunjukan kurangnya kecintaan kita terhadap agama Islam. 

Untuk menunjukan rasa kecintaan kepada Nabi Muhammad salah satunya yaitu dengan menghormati masa kelahirannya. Menghormati dalam arti kita ikut merayakan dalam berbagai bentuk kegiatan bernuansa Islam kegiatan tersebut dapat di lakukan di berbagai tempat seperti di sekolah-sekolah/ madrasah, masjid maupun di lapangan luas. Semua itu merupakan bukti kecintaan kepada Nabi kita Muhammad SAW.

Mengapa Kita Harus Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad?
Di antara tanda-tanda orang yang bertakwa adalah orang yang mau menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan sekarang merupakan bulan di mana beliau di lahirkan yaitu tanggal 12 Rabi’ul Awal hari Senin. Maka sudah sepantasnya saat-saat seperti ini kita ikut berkiprah memperingatinya dalam berbagai bentuk kegiatan yang mencerminkan kecintaan kita kepada beliau. Sebagaimana Rasulallah SAW telah bersabda 
“Barang siapa mengagungkan  hari kelahiranku, niscaya aku akan member syafa’at kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barang siapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam sabilillah”
Hadist di atas jelas member pengertian kepada kita  betapa pentingnya memperingati hari kelahiran Rasulallah SAW. Sehingga bagi siapa saja yang mau memperingati hari kelahiran beliau, niscaya pada hari kiamat kelak di mana pada hari itu setiap orang membutuhkan pertolongan agar bisa selamat dari berbagai siksa dan bencana yang mengerikan. Sebagaimana firman Allah SWT dalm surat Ibrahim ayat 42 dan 43 yang artinya :
” Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata(mereka) terbelakak. Mereka dating bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya sedang mata mereka kosong”.
Begitu pula bagi siapa saja yang mau mendermakan sebaian harta kekayaannya demi mengagungkan kelahiran beliau, maka tidak sia-sialah derma itu. Sebab apa yang didermakan akan dib alas oleh Allah SWT dengan pertolongan yang tak terduga.

Oleh sebab itu, pada setiap bulan maulud atau Rabi’ul Awwal dimana orang menyelenggarakan perayaan dalam berbagai bentuk kegiatan untuk memperingati hari kelahiran Rasulallah SAW, dengan harapan agar di catat sebagai orang yang bakal mendapat syafa’at dari beliau atau digolongkan  sebagai orang yang menghidup-hidupkan  agama Islam dan juga dengan harapan agar kelak kalau mati masih dalam keadaan beriman.

Berkata Saidina Umar ra: Barang siapa mengagungkan hari kelahiran nabi Muhammad SAW, maka benar-benar ia telah menghidupkan agama Islam. Saidina Ali juga berkata: Barang siapa mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, niscaya tidaklah ia keluar  dari dunia (mati ) kecuali tetap dalam keadaan Islam.

Apa sebab hari kelahiran Rasulallah setaip tahun mesti kita peringati? Sudah barang tentu peringatan Maulid Nabi yang kita selenggarakan setiap bulan Rabi’ul Awwal memberikan faedah di antaranya:

1. Untuk menambah rasa mahabbah ( kecintaan ) kepada Rasulallah SAW.
Sebagai orang Islam mencintai Rasulallah adalah sebuah kewajiban  bahkan bukan hanya kepada beliau saja melainkan kepada para sahabat dan keluarganya melebihi dari kecintaan kepada diri sendiri dan keluarga. Rasulallah bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian sehingga aku lebih di cintai olehnya dari pada anaknya orang tuanya dan manusia seluruhnya (HR. Bukhari dan Muslim).

Hdist ini member pengertian dengan jelas bahwa kita wajib mencintai Rasulallah SAW melebihi rasa cinta kepada anak, orang tua dan seluruh manusia. Maka belum sempurna Iman seseorang jika ia lebih mencintai anak, atau orang tua dari pada mencintai Rasulallah saw. 

Adapun salah satu cara untuk melahirkan rasa kecintaan kepada beliau antara lain adalah ikut memperingati hari kelahiran beliau dengan berbagai kegiatan keagamaan sebagaimana lazimnya, seperti menyelenggarakan pengajian umum, mengadakan khitanan masal, member hadiah kepada anak-anak yatim piatu, membaca Al-Barjanji di masjid, suaru atau langgar. Semua itu merupakan bukti mengagungkan hari kelahiran nabi dan menambah rasa mahabbah bagi kita umatnya.

2. Untuk menumbuhkan kesadaran meniru segala perilaku Rasulallah saw.
Kita umat Islam harus bisa mengikuti perilaku yang telah di teladankan oleh Rasulallah saw. Semua tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari harus meniru apa yang telah di lakukan beliau. Walaupun terkadang terpikir di benak kita kalau cara tersebut ketinggalan zaman dan kolot. Namun untuk hidup bahagia bukan karena trend atau gaya namun aturan berdasarkan hadis dan alqur’an. 

Semua yang di lakukan Rasull merupakan wahyu dari Allah sehingga beliau adalah pusat dan sumber suri tauladan yang baik. Allah telah berfirman dalam surat  Al-Ahzab ayat 21 Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulallah itu suri tauladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Dari ayat tersebut jelas bahwa hanya Rasulallah yang patut kita jadikan teladan, bukan yang lain. Baik teladan dalam bidang ibadah maupun muamalah.

3. Faedah terakhir kita memperingati hari kelahiran nabi ialah sebagai media mensyiarkan agama Islam.
Peringatan maulud nabi yang di selenggarakan di sekolah-sekolah / madrasah, masjid-masjid, mushola-mushola, dengan bentuk dan acara yang berbeda-beda merupakan media dakwah mensyiarkan agama Islam. Orang-orang yang sebelumnya mengenal Islam dan Nabi Muhammad  saw akhirnya jadi mengerti setelah berkali-kali mendengarkan uraian mauled nabi tersebut. 

Kita memperoleh dua pahala yaitu pahala mencintai beliau dan pahala berdakwah, mengajak orang kedalam kebaikan dan menjahui kemungkaran. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31 yang artinya : “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang”.

Kesimpulan
Jadi dengan memperingati hari kelahiran nabi Muhammad berarti kita menunjukan rasa mahabbah kita kepada beliau selain itu tingkat ketakwaan dan keimanan kita semakin meningkat. Kita bisa mengajak orang lain untuk  berbuat baik dan menjahui perbuatan keji dan munkar. Kita juga menanamkan kepada anak-anak di sekolah/madrasah bahwa nabi Muhammad adalah suri tauladan yang wajib kita contoh agar hidup kita selamat di dunia dan akhirat.
 

Copyright © 2015 Artikel MIN 2 Model Palembang™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.