Penulis: Budiman,S.Pd.I,MM.Pd
Kepala MIN 2 Palembang
Kepala MIN 2 Palembang
Bukan hanya peduli pada bidang pendidikan, Budiman, S.Pd.I,MM.Pd pun peduli terhadap kesehatan. Ia menulis artikel ini mendukung peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Ini untuk kalangan masyarakat pada umumnya dan keluarga besar MIN 2 Palembang pada khususnya. Ia membuat peraturan " No smoking Area " di MIN 2 palembang. Tak ada rokok yang membuat kita sehat,bukanlah dampak positif yang kita dapat namun sebaliknya kerugian yang kita peroleh, ujarnya.
A. Dampak Merokok
1. Dampak Fisiologis Merokok
Dampak fisiologis merokok berupa dampak rokok terhadap fungsi kerja organ tubuh akibat kandungan 4000 bahan kimia dimana 40 di antaranya merusak dan menghancurkan sistem organ tubuh.
Dampak tersebut meliputi :
a. Dampak rokok terhadap rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih mudah terangsang penyakit-penyakit seperti lupus erimatosus yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.
b. Dampak rokok terhadap mata
Merokok di percaya dapat menyebabkan gangguan pada mata. Para perokok mempunyai risiko 40% lebih tinggi terkena katarak, yaitu buramnya lensa mata sehingga menghalangi masuknya cahaya, bahkan dapat menyebabkan kebutaan.
c. Dampak rokok terhadap pendengaran
Merokok akan menimbulkan flek pada pembuluh dadrah, sehingga aliran darah ketelinga dalam menurun. Dengan demikian, perokok dapat kehilangan pendengaran lebih awal di banding non-perokok, dan lebih mudah kehilangan pendengaran jika terjadi infeksi di telinga atau terpapar bunyi yang keras.
d. Dampak merokok terhadap sistem pernapasan
Fungsi paru kita adalah untuk bernafas, yaitu dengan memasukan udara bersih(oksigen 02 ) dan mengeluarkan udara kotor (karbon di oksida Co2) dari dalam tubuh. Bahan kimia yang di hisap dari asap rokok merangsang permukaan sel saluran pernapasan sehingga mengakibatkan keluarnya lendir atau dahak. Kebiasaan merokok memang mengakibatkan 80-90% kanker paru. Seorang perokok kemungkinan mempunyai 4-14 kali lebih tinggi di bandingkan non-perokok.
e. Dampak rokok terhadap gigi
Merokok mengganggu mulut karena adanya bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia itu akan menimbulkan plak dan gigi kuning, sehingga berpotensi merusak gigi. Perokok berpeluang satu setengah kali lebih mudah kehilangan gigi di banding non-perokok.
f. Dampak rokok terhadap jantung dan pembuluh darah
Fungsi jantung dan pembuluh darah adalah membawa oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh serta mengangkat sisa metabolisme ke organ-organ yang sesuai untuk pembangunan misalnya gas CO melalui paru, air seni melalui ginjal, dan keringat melalui kulit.
Gas CO yang di hisap dari asap rokok menurunkan kapasitas sel darah merah untuk mengangkut oksigen yang sangat di perlukan bagi berfungsinya sel jaringan tubuh. Tanpa oksegen sel tubuh akan mati. Merokok mengakibatkan 25 % kematian akibat penyakit jantung koroner. Merokok menyebabkan serangan jantung tiga kali lebih sering pada perokok di banding non-perokok.
Gas CO yang di hisap dari asap rokok menurunkan kapasitas sel darah merah untuk mengangkut oksigen yang sangat di perlukan bagi berfungsinya sel jaringan tubuh. Tanpa oksegen sel tubuh akan mati. Merokok mengakibatkan 25 % kematian akibat penyakit jantung koroner. Merokok menyebabkan serangan jantung tiga kali lebih sering pada perokok di banding non-perokok.
g. Dampak rokok terhadap tulang
Karbon momoksida, bahan utama yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor dan asap rokok, mempunyai daya ikat yang lebih terhadap sel darah merah di banding oksigen. Oleh karena itu, rokok mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15% akibatnya para perokok mempunyai tulang dengan dengan densitas berkurang, lebih mudah patah (fraktur), dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan.
h. Dampak rokok terhadap kulit
Perokok, dua sampai tiga kali lebih mudah terkena psoriasis, suatu proses inflamasi kulit yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh. Walaupun penyakit ini tidak menular, tetapti meningkatkan peluang timbulnya melanoma ( kanker kulit ).
i. Dampak rokok terhadap bentuk sperma
Merokok dapat merubah bentuk sperma dan merusak DNA, juga mengurangi jumlah sperma dan menurunkan aliran darah pennis sehingga menyebabkan impotensi. Dengan demikian, perokok menjadi lebih mudah mengalami kemandulan.
j. Dampak rokok terhadap bukan perokok
Rokok yang di bakar menghasilkan asap 2 kali lebih banyak di banding asap yang di hisap oleh perokok. Bukti ilmiah menunjukan bahwa kadar bahan berbahaya dari asap yang keluar ternyata lebih tinggi di banding asap yang di hisap perokok.
Perokok pasif ( orang yang terpaksa menghisap asap dari perokok aktif ) akan menderita sakit karena terpapar bahan berbahaya dari asap rokok. Perokok pasif kemungkinan terkena penyakit kanker 30% lebih tinggi di banding yang tidak terkena asap rokok.
k. Dampak rokok terhadap wanita
1. Kanker rahim dan keguguran : di samping meningkatnya risiko kanker leher rahim dan rahim, merokok menimbulkan masalah kesuburan pada wanita dan komplikasi selama kehamilan dan melahirkan. Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang di ikuti munculnya berbagai masalah kesehatan. Keguguran terjadi 2 kali 3 lebih sering pada perokok.
2. Efek Kosmetika : kulit keriput, rambut kaku, mata merah, bau tidak sedap, gigi warna kuning, suara serak dan lain-lain.
3. Kesuburan berkurang, menopause dini, kalsium tulang menurun sehingga menyebabkan tulang keropos dan mudah patah.
B. Dampak Psokilogi Merokok
Dampak psikologis dari merokok adalah timbulnya pengaruh terhadap pikiran, perasaan dan perilaku perokok. Dampak psikologis tersebut adalah:
1. Adiktasi ( ketagihan )
Nikotin dalam asap rokok merupakan bahan yang menimbulkan efek ketagihan (adiktif), sebagaimana kelompok zat adiktif lainnya seperti heroin ( putau ), morfin, cannabis (ganja)amfetamin (Extasy, shabu, inex ), alkhohol dan psikotropika lainnya.
2. Toleransi dan dependsi
Efek ketagihan (adiktif) akan berkembang secara fisiologis mennjadi efek toleransi (penambahan dosis ). Orang yang sudah bertahun-tahun menjadi perokok, kadar toleransi nikotin dalam tubuhnya telah cukup tinggi. Dan akhirnya secara psikologis perokok akan menimbulkan efek dependsi (ketergantungan) yang menyebabkan perokok mengalami reaksi putus zat apabila di hentikan secara mendadak.
3. Gaya hidup perokok
Kondisi umum perokok di Indonesia saat ini adalah mulai merokok pada usia muda (15-19 tahun), sebagai gaya hidup supaya trendi , cool, macho, gaul dan lain-lain.Hal ini sangat mempengaruhi kondisi psikologis kelompok remaja.
C. Kesimpulan
Jadi tidak ada yang mengatakan bahwa dengan merokok membuat fisik atau psikologis kita menjadi baik. Karena kita telah tahu begitu banyak dampak buruk dari rokok baik untuk si perokok maupun orang lain yang terkena asap rokok itu. Dengan kita berhenti merokok itu artinya kita turut mendukung indonesia sehat sesuai Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2003 tentang Pengamanan rokok bagi kesehatan.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalangan kemenag dan masyarakat luas pada umumnya.